Wow ! Taiwan Bangun Pencakar Langit Mirip Pohon

Posted by hsajax Senin, 22 November 2010 0 komentar
Ketinggian bukanlah satu-satunya hal yang membuat pencakar langit memesona. Adalah soal diferensiasi desain yang juga berpengaruh terhadap penilaian keindahan sebuah pencakar langit.

Stefan Dorin, seorang arsitek asal Rumania, tengah merancang pencakar langit yang memiliki desain menyerupai pohon. Rencananya, pencakar langit berdesain futuristik itu akan dibangun di kota Taichung, kota terbesar ketiga di Taiwan yang baru saja memenangkan penghargaan desain.

Pencakar langit itu akan dirancang memiliki bangunan utama yang berbentuk menyerupai batang. Bangunan utama ini akan berfungsi sebagai perkantoran, restoran, "taman urban" dan museum.

Yang unik, bagian utama pencakar langit juga akan dilengkapi dengan struktur menyerupai daun yang bisa bergerak naik turun, persis seperti daun yang melambai karena tertiup angin. Rencananya, struktur menyerupai daun yang dinamai "Floating Observatories" itu akan berfungsi sebagai lift yang mampu mengangkut hingga 80 orang.





Dorin mengatakan, "Bermula dari visualisasi geografis Taiwan yang akan terwujud dalam Floating Observatories yang berbentuk pulau-pulau (yang ada di Taiwan), kita telah membangun konsep pohon teknologi ini dengan dilengkapi 8 floating observatories." Jumlah delapan dipilih karena melambangkan nomor keberuntungan yang dipercaya masyarakat Taiwan.

Pembangunan pencakar langit ini juga memiliki semangat cinta lingkungan. Pencakar langit nantinya akan dilengkapi turbin, sel surya dan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang akan mensuplai kebutuhan pemanasan.

Pembangunan akan dimulai pada tahun 2012. Ketinggian bangunan nantinya tak akan mencapai 1.000 kaki, jadi takkan mengalahkan gedung Taiwan 101 yang berketinggian 1671 kaki dan menjadi gedung tertinggi di negara itu. Meski begitu, Dorin mengatakan bahwa gedung ini akan menambah dimensi vertikal baru pada gedung-gedung di Taiwan.

Pencakar langit ini dinamai sama dengan struktur uniknya, "Floating Observatories". Pembangunan gedung akan seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah Taiwan.
Sumber : properti.kompas.com

Wow, Telah Ditemukan Planet Alien Ke 500

Posted by hsajax 0 komentar
Jakarta- Ditemukan planet asing ke 500. Tonggak sejarah ini terjadi kurang dari 20 tahun setelah planet pertama di luar tata surya ditemukan.

Data ini disusun oleh ahli astrobiologi Jean Schneider dari Paris-Meudon Observatory. Planet alien ke 500 itu dilaporkan bersamaan dengan beberapa penemuan objek lain. Planet di luar angkasa itu menjadi salah satu dari empat objek di tata surya yang ditemukan, berdasarkan daftar Schneider. Penemuan ini setelah ditemukan planet HIP 13044 b yang diklaim astronom berasal dari galaksi alien lain.

Semua planet baru yang ditemukan ini lebih kecil dibandingkan Jupiter, sekitar 15 sampai 50% bobot Jupiter dan memiliki jarak dengan Bumi sekitar 58 tahun cahaya hingga 196 tahun cahaya.
Para astronom optimis menemukan planet lain. “Di beberapa sisi, planet ke 500 hanya sekadar penanda,” ujar Jon Jenkins dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) yang merupakan pemimpin studi misi Kepler.


Menurutnya yang lebih menarik adalah melihat proses penemuannya yang berubah sepanjang waktu. Varian planet yang ditemukan akan terus bertambah, ujar Jenkins lagi.

Kepler saat ini telah mengidentifikasi lebih dari 700 bintang yang cukup potensial menjadi planet di luar tata surya, tergantung pada pengamatan dan konfirmasi lebih lanjut. Beberapa bintang alien terkadang mencakup lebih dari satu planet. Karenanya, diperkirakan tidak akan lebih dari 20 tahun mendatang untuk menemukan planet luar tata surya ke 1.000.

Sumber : inilah.com

[HOT] Perang Cyber "Hacker" China VS Amerika

Posted by hsajax 0 komentar
http://i.bnet.com/blogs/google-china.jpg
Dikomando Jaringan Perang Angkatan Laut AS, ancaman terbesar terhadap jaringan komputer AS berasal dari hacker China. Menurut laporan dari Federal Computer Week (FCW), hacker China "terus-menerus melancarkan perang habis-habisan terhadap jaringan Departemen Pertahanan."

Masalah ini mulai menjadi berita utama pada 12 Januari ketika Google memuat pada blog resminya bahwa mereka mendeteksi "serangan sangat canggih dan bertarget" yang berasal dari China yang mencuri kekayaan intelektual. Penyelidikan lebih lanjut menemukan bahwa serangan juga menargetkan sedikitnya 20 perusahaan besar lainnya dan juga akun e-mail Google dari aktivis HAM China.

Pengumuman mengakibatkan respons internasional, dan Menlu AS Hillary Clinton mendesak China untuk menyelidiki serangan tersebut. Namun, AS telah menyadari akan kegiatan cyberwarfare China selama beberapa tahun.

Hans Remberg, wakil president dari intelijen domestik Republik Federal Jerman, menuduh China yang mensponsori serangan komputer "hampir setiap hari."

Menurut laporan Departemen Pertahanan AS kepada Kongres, Remberg mengatakan bahwa, "Di seluruh dunia RRC (Republik Rakyat China) secara intensif mengumpulkan data politik, militer, perusahaan-strategis, dan informasi ilmiah dalam rangka mengatasi kesenjangan teknologi China secepat mungkin."

Laporan Departemen Keamanan menambahkan bahwa serangan dari China memiliki tingkat kecanggihan yang lebih tinggi dan terorganisasi daripada hacker dari negara lain, dan "konflik telah mencapai tingkat serangan habis-habisan."

"Mereka akan memanfaatkan apa pun dan segalanya," kata seorang pejabat senior memberitahu FCW dalam laporannya. "Sulit untuk dipercaya kalau itu tidak dikendalikan pemerintah."

Serangan memiliki berbagai tujuan, termasuk mencuri teknologi, pengumpulan intelijen, dan mencuri informasi dari Departemen Keamanan.

Ancaman utama dalam serangan cyber China, selain untuk mencuri informasi tingkat tinggi militer AS informasi dan operasinya, adalah bahwa mereka juga menanam virus tidur yang dapat diaktifkan di lain waktu.

"Sebuah laporan militer China menyatakan bahwa China berencana untuk dapat memenangkan sebuah 'perang informasi' pada pertengahan abad ini," kata laporan FCW.
Sebuah Strategi yang lebih luas

Partai Komunis China (PKC) telah berulang kali membantah tuduhan serangan cyber terhadap AS, negara-negara lain, dan pebisnis, sering menyebut tuduhan rasis atau melawan China. Setelah serangan baru-baru ini di Google, sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh juru bicara dari Departemen Perindustrian dan Teknologi Informasi China mengatakan tuduhan "tidak berdasar dan bertujuan untuk merendahkan China."

Sebagian dari kekuatiran adalah kurangnya transparansi dalam pembangunan kemampuan perang cyber dan teknologi rezim China. Ini sejalan dengan kurangnya transparansi rezim dalam pengeluaran militer dan pembangunan secara keseluruhan.

"China terus mengumumkan angka-angka pengeluaran pertahanan tidak lengkap, dan bertindak tidak konsisten dengan kebijakan yang dikeluarkan," menurut Laporan Tahunan Departemen Keamanan kepada Kongres pada "Kekuatan Militer RRC pada tahun 2008."

http://morrisonworldnews.com/wp-content/uploads/2009/12/ChineseHacker.jpg

Sebuah dokumen dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyatakan bahwa "perang tidak hanya perjuangan militer, tetapi juga kontes komprehensif di bidang politik, ekonomi, diplomasi, dan hukum," menurut laporan Departemen Keamanan.

Itu menambahkan bahwa pada tahun 2003, Komite Sentral PKC menyetujui "Tiga Perang" yang mencakup perang psikologis melalui penggunaan propaganda, penipuan, ancaman, dan paksaan untuk mempengaruhi pemahaman musuh. Perang media bertujuan untuk mempengaruhi opini publik dan memperoleh dukungan domestik dan internasional, dan perang hukum menggunakan hukum internasional dan domestik untuk mendapatkan dukungan dan mengatur dampak akibat dari tindakan-tindakan militer rejim.

Cyberwarfare memiliki tempat yang kuat di keseluruhan strategi militer PKC dan "telah menjadi pilar strategi militer China sejak awal 1990-an," menurut laporan dari analis intelijen senior di SRA International Brian Mazanec.

PKC dikembangkan berdasarkan pada konsep bahwa perang masa depan tergantung pada mengganggu arus informasi musuh. "Jadi, pada manifesto 1999 mereka, Perang tak Terbatas, Kolonel Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Qiao Liang dan Wang Xiangsui mengusulkan bentuk peperangan yang 'melampaui semua bentuk dan batas-batas,' dan memanfaatkan peran sentral bahwa dunia maya berpengaruh dalam konflik di masa depan," kata Mazanec.

"Ancaman cyberwarfare dari RRC nyata dan berkembang. AS tidak bisa mengabaikan ancaman asimetris yang menjulang dari pesaing di Asia," menurut Mazanec.

ia menambahkan bahwa perang dunia maya PKC mampu "tidak hanya difokuskan pada pengumpulan informasi sensitif, tapi juga untuk mencapai efek militer mampu menyebabkan kerugian ekonomi, merusak infrastruktur vital dan mempengaruhi hasil dari konflik bersenjata konvensional." 

Sumber : matabumi.com

Mengerikan, Gara-Gara Nonton Festival Air, 300 Tewas Di Kamboja

Posted by hsajax 0 komentar
PHNOM PENH - Lebih dari 300 orang tewas dalam sebuah kepanikan di acara festival air di Kamboja, Senin (23/11/2010) malam.

Perdana Menteri Hun Sen, mengatakan, mengatakan,  ratusan lainnya terluka pada acara di pulau kecil itu, saat kerumunan orang panik dan terjatuh dari jembatan yang menghubungkannya dengan daratan Kamboja.
Aparat berwenang memperkirakan, lebih dari 2 juta orang yang mungkin menghadiri acara tiga hari yang daya tarik utamanya adalah perlombaan perahu tradisional sepanjang sungai Tonle Sap.



Perlombaan itu berakhir pada sore hari. Kepanikan terjadi di Pulau Pitch Koh, tempat acara berlangsung. So Cheata, penjual minuman ringan, mengatakan, peristiwa itu berawal ketika 10 orang jatuh pingsan. Dia mengatakan, pingsanya 10 orang itu kemudian berubah menjadi kepanikan hingga banyak orang terinjak-injak.

Sebagain orang itu kemudian meringkuk di sebuah jembatan yang sangat penuh orang, menyebabkan orang-orang saling tindih atau melompat dari jembatan. So Cheata mengatakan, dia kemudian melihat ratusan orang luka-luka tergeletak di tanah.

Seorang pegawai Rumah Sakit Calmette mengatakan, 17 jenazah sudah dibawa dari tepi sungai itu.
Polisi dan aparat terkait tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut karena sedang sibuk menyelamatkan korban luka.

Kamboja merupakan salah satu negara di kawasan miskin dan memiliki sistem kesehatan yang terbelakang, dengan rumah sakit yang hampir tidak mampu melayani kebutuhan harian.

Sumber : Kompas.com

Wow, Ini Dia Koin Emas Terbesar Dan Termahal Sejagad Raya

Posted by hsajax 0 komentar
Sebuah perusahaan perdagangan logam mulia Spanyol membeli koin emas terbesar di dunia seharga £2.68 Juta (Rp 36.6 miliar) dari sebuah perusahaan investasi yang bangkrut. Koin tersebut dibeli pada pelelangan di Wina pada hari Jum’at. Koin emas ini dibuat dengan 99.999% emas murni (solid). Koin dengan berat 100 kg itu adalah satu dari 5 koin Maple Leaf Royal Canadian Mint yang pernah di buat.

Koin ini awalnya diluncurkan oleh Royal Canadian Mint pada tahun 2007 untuk memperkenalkan fasilitas produksinya dan kemudian masuk dalam Guinness Book of Records untuk rekor koin emas terbesar di dunia. Seperti apakah koinnya ??? Cek gambar di bawah ini @_@




Sumber : kaskus.us

[Video] Inilah Tendangan ‘Kung Fu’ Ala Zlatan Ibrahimovic

Posted by hsajax 1 komentar

Sudah pernah liat kungfu ngga ??? Pasti sudah pernah liat . Kalo pemain bola main kungfu ??? Pasti bertanya2 masa ada @_@. Nggak percaya nich buktinya ^_^






Tendangan ‘kung fuZlatan Ibrahimovic ke arah Marco Materazzi mengundang banyak perhatian. Insiden yang terjadi dalam duel AC Milan kontra Inter Milan itu membuat Materazzi harus dirawat di rumah sakit.

Sumber : youtube.com

Inilah 10 Fakta Kejanggalan Kasus Gayus

Posted by hsajax Minggu, 21 November 2010 1 komentar
JAKARTA -  Berbicara mengenai Gayus memang tidak ada habis-habisnya. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat setidaknya ada 10 fakta kejanggalan yang terjadi dalam pengungkapan skandal mafia pajak dengan tersangka pegawai pajak Gayus HP Tambunan. Kejanggalan ini baik dari segi kasus hingga para penegak hukum. Peneliti hukum ICW Donald Faris, Minggu (21/11/2010), di kantor ICW, Jakarta, mengungkapkan 10 kejanggalan tersebut. Inilah kejanggalan dan analisa versi ICW. 


Pertama
, Gayus dijerat pada kasus PT SAT dengan kerugian negara Rp 570.952.000, dan bukan pada kasus utamanya, yaitu kepemilikan rekening Rp 28 miliar, sesuai dengan yang didakwakan pada Dakwaan Perkara Pidana Nomor 1195/Pid/B/2010/PN.JKT.Sel.

"Pemilihan kasus PT SAT diduga merupakan skenario kepolisian dan kejaksaan untuk menghindar dari simpul besar kasus mafia pajak yang diduga menjerat para petinggi di kedua institusi tersebut. Kasus PT SAT sendiri amat jauh keterkaitannya dengan asal muasal kasus ini mencuat, yaitu kepemilikan rekening Rp 28 miliar milik Gayus," kata Donald.

Dikatakan Donald, pernyataan ini sulit dibantah karena secara faktual beberapa petinggi kepolisian, seperti Edmon Ilyas, Pambudi Pamungkas, Eko Budi Sampurno, Raja Erizman, dan Kabareskrim dan Wakabareskrim, hingga kini tidak tersentuh sama sekali. Padahal, dalam kesaksiannya, Gayus pernah menyatakan pernah mengeluarkan uang sebesar 500.000 dollar AS untuk perwira tinggi kepolisian melalui Haposan. Tujuannya, agar blokir rekening uangnya dibuka.

Kedua, Polisi menyita save deposit milik Gayus Tambunan sebesar Rp 75 miliar. Namun, perkembangannya tidak jelas hingga saat ini. "Hingga saat ini, keberlanjutan pemeriksaan atas rekening lain milik Gayus dengan nominal mencapai Rp 75 miliar menjadi tidak jelas. Polisi terkesan amat tertutup atas rekening yang secara nominal jauh lebih besar," kata Donald.

Ketiga, kepolisian masih belum memproses secara hukum tiga perusahaan yang diduga menyuap Gayus, seperti KPC, Arutmin, dan Bumi Resource. Padahal, Gayus telah mengakui telah menerima uang 3.000.000 dollar AS dari perusahaan tersebut.

"Kepolisian seolah tutup kuping dari kesaksian Gayus di persidangan terkait kepemilikan rekening Rp 28 miliar yang berasal dari KPC, Arutmin, dan Bumi Resource. Hingga saat ini kepolisian belum memproses ketiga perusahaan tersebut. Padahal, Gayus sudah menyatakan bahwa dia pernah membuat Surat Pemberitahuan Pajak Pembetulan tahun pajak 2005-2006 untuk KPC dan Arutmin.

Alasan kepolisian belum memproses kasus ini adalah belum cukup alat bukti. Alasan ini dinilai ICW mengada-ada. Kesaksian Gayus di persidangan dinilai sudah cukup menjadi sebuah alat bukti yang sah di mata hukum," kata Donald.

Keempat, Kompol Arafat dan AKP Sri Sumartini sudah divonis bersalah. Namun, petinggi kepolisian yang pernah disebut-sebut keterlibatannya oleh Gayus belum diproses sama sekali. "Pihak kepolisian melokalisir kasus ini hanya sampai perwira menengah. Baik Kompol Arafat maupun AKP Sumartini seolah dijadikan tumbal dalam kasus tersebut. Padahal, mereka hanyalah pemain kecil dan tidak berkedudukan sebagai pemegang keputusan. Polri terkesan melindungi keterlibatan para perwira tinggi," kata Donald.

Kelima, Kepolisian menetapkan Gayus, Humala Napitupulu, dan Maruli Pandapotan Manulung sebagai tersangka kasus pajak PT SAT. Namun, penyidik tak menjerat atasan mereka yang sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. "Hal ini merupakan bagian dari konspirasi tebang pilih penegak hukum kepada pelaku kecil dan tidak memiliki posisi daya tawar yang kuat. Selain ketiga tersangka tersebut, berdasarkan SK Direktorat Jenderal Pajak No: KEP-036/PJ.01/UP.53/2007, paling tidak ada dua nama yang seharusnya juga bertanggung jawab, yaitu Kepala Subdirektorat Pengurangan dan Keberatan Johny Marihot Tobing dan Direktur Keberatan dan Banding Bambang Heru Ismiarso," kata Donald.

Keenam, pada 10 Juni 2010 Mabes Polri menetapkan Jaksa Cirus Sinaga dan Poltak Manulang sebagai tersangka kasus suap dalam kasus penggelapan pajak yang dilakukan Gayus. Namun, tiba-tiba, status Cirus berubah menjadi saksi. "Perubahan status ini dicurigai sebagai bentuk kompromi penegak hukum untuk menjerat pihak-pihak yang sebenarnya diduga terlibat. Hal ini amat mungkin terjadi karena dimensi kasus Gayus yang amat luas hingga pada petinggi kepolisian," kata Donald.

Ketujuh, Kejagung melaporkan Cirus ke kepolisian terkait bocornya rencana penuntutan. Namun, hal ini bukan karena kasus dugaan suap Rp 5 miliar dan penghilangan pasal korupsi serta pencucian uang dalam dakwaan pada kasus sebelumnya. "Di satu sisi, langkah Kejagung ini menimbulkan pertanyaan, kenapa yang dilaporkan adalah kasus bocornya rentut, bukan kasus penghilangan pasal korupsi dan pencucian uang. Langkah ini diduga sebagai siasat untuk melokalisir permasalahan dan mengorbankan Cirus seorang diri," kata Donald.

Kedelapan, Dirjen Pajak enggan memeriksa ulang pajak perusahaan yang diduga pernah menyuap Gatys karena menunggu novum baru. Padahal, menurut Donald, pernyataan Gayus perihal uang sebesar 3.000.000 dollar AS diperolehnya dari KPC, Arutmin, dan Bumi Resource, bisa dijadikan sebuah alat bukti karena disampaikan dalam persidangan.

Kesembilan, Gayus keluar dari Mako Brimob ke Bali dengan menggunakan identitas palsu. Menurut Donald, hal ini menunjukkan dua kejanggalan. Pertama, kepolisian tidak serius mengungkap kasus Gayus hingga tuntas sampai  ke dalang sesungguhnya. Kepolisian juga belum tuntas untuk mencari persembunyian harta Gayus sehingga konsekuensinya dia begitu mudah bisa menyogok aparat penegak hukum. Kedua, Gayus memiliki posisi daya tawar yang kuat kepada pihak-pihak yang pernah menerima suap selama dia menjadi pegawai pajak.

Kesepuluh, Polri menolak kasus Gayus diambil alih KPK. Padahal, kepolisian terlihat tak serius menanggani kasus tersebut. Penolakan ini telah terjadi sejak Maret 2010. Saat itu, Kadiv Humas Polri Brigjen Edward Aritonang mengatakan, Polri masih sanggup menangani kasus tersebut. "Nyatanya, Gayus malah berpelesir ke Bali," katanya.

Sumber : nasional.kompas.com