Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Pasangan Tuna Netra Ciptakan Al Qur'an Braille, SUBHAN'ALLAH

Posted by hsajax Selasa, 02 November 2010 0 komentar
Keterbatasan penglihatan tak membuat pasangan Hanik Indrawati, 34 tahun, dan Suharto, 40 tahun, berhenti berkarya. Bahkan pasangan yang menikah empat tahun lalu itu, kini menjadi satu-satunya di Jawa Timur atau bahkan di Indonesia sebagai pasangan tuna netra pembuat Alquran dengan huruf braille.

Ketika Tempo mengunjungi rumahnya di kawasan Simo Pomahan Baru XII/15 Minggu (20/8), Hanik yang ditemani suaminya sedang menyelesaikan pembuatan Alquran. Tanpa melihat, dengan cekatan jemari Hanik memencet-mencet sebuah mesin ketik kusus huruf braille kuno merek Parking Broiller bikinan Amerika tahun 1970.

Berbeda dengan mesin ketik kebanyakan, mesin ketik ini hanya memiliki tujuh tombol masing-masing tiga di kiri dan kanan dan satu tombol yang berukuran lebih besar di tengah berfungsi sebagai spasi. Mesin ketik ini juga tidak mengeluarkan huruf-huruf latin seperti mesin ketik kebanyakan melainkan hanya mengeluarkan titik demi titik khas huruf braille.

Tapi jangan salah, meski huruf braille yang diketik, tapi apa yang dilakukan Hanik siang itu bukanlah mengetik huruf latin melainkan mengetik huruf Arab versi braille. Huruf Arab versi braille ini misalnya kalimat Allah maka tulisannya berupa titik timbul : 1,123,6,123,4,15.

Untuk memastikan hasil ketikannya tidak salah, adalah tugas sang suami (Suharto) melakukan koreksi. Dengan sebuah alat bernama reglet atau alat untuk membuat titik timbul di kertas kembali lurus, Suharto dengan tekun memeriksa satu per satu hasil ketikan istrinya. "Nulis huruf Arab itu sulit mas. Soalnya selain huruf juga ada harokat jadi lebih rumit dan banyak titik," kata Suharto.



Pasangan yang menikah pada 29 Agustus 2004 itu mengaku menekuni pembuatan Alquran braille sejak dua tahun lalu. Menurut Hanik, dirinya sebenarnya sudah lama bisa mengetik huruf Arab. Hanya saja baru sekitar dua tahun lalu, dirinya diberkan kesempatan untuk membuat Alquran setelah mendapatkan pinjaman mesin ketik dari Yayasan Pendidikan Tunanetra Islam Karunia Surabaya (Yaptunik).

Yaptunik yang beralamatkan di Jalan Darmo Kali Gang Tugu surabaya itu merupakan yayasan tempat dulunya pasangan Hanik-Suharto bersekolah. Di sekolah inipula, kedua pasangan ini berkenalan untuk kemudian menikah.

Karena mesin ketik pinjaman dari yayasan, Hanik sendiri menjual Al Qur'an ciptaannya melalui yayasan tersebut. "Saya hanya bisa mengetik, kalau untuk menjual saya tidak punya toko," kata Hanik.

Tiap satu lembar Alquran ciptaannya, Yayasan membelinya Rp 400, atau Rp 20 ribu untuk tiap jus hasil ketikan Hanik. Selain membuat Alquran, khusus Ramadhan ini, Hanik mendapatkan pesanan surat-surat pendek, yasin, kumpulan doa serta tajwid yang harganya Rp 40 ribu per buku. "Saat puasa ini banyak pesanan, hampir sepanjang hari saya harus ngetik," kata Hanik.


>> Mereka saja bisa seperti itu, bagainanakah dengan kita yang sempurna @_@ <<

Sumber : unic77.blogspot.com 

Nick Vujicic, Pria Tegar Yang Hidup Tanpa Kaki dan Tangan

Posted by hsajax 0 komentar
Bila kita belum bisa memahami makna pemberian dan karunia dari Tuhan Sang Pencipta Alam, mungkin kita akan berprasangka buruk pada-Nya, kenapa kok ada yang terlahir kedunia tidak sempurna selayaknya manusia lain, apakah Tuhan tidak adil. Bila kita beriman pada-Nya kita tetap akan mengakatakan Tuhan Maha Adil, Zat yang paling adil. Semua hal apapun tidak mungkin terjadi tanpa sepengetahuan dan kehendak Tuhan. Tuhan Maha Mengerti apa yang terbaik bagi umatnya, oleh karena itu apa yang kita miliki apapun kondisinya itulah yang terbaik bagi kita saat ini.

Nick pun masih bisa berkarya dan melakukan apa yang orang lain bisa lakuan, walaupun dengan keterbatasan
Adalah Nick Vujicic yang lahir pada 4 Desember 1982 di Melbourne Australia dari keluarga Kristen Serbia, terlahir tanpa memiliki 2 tangan dan 2 tungkai kaki, kini hidup sebagai seorang motivator sukses, selain itu juga sebagai seorang rohaniawan Nasrani Nick aktif memberikan pencerahan bagi banyak umat dari gereja ke gereja. Nick juga menjadi direktur sebuah organisasi nirlaba yaitu Lifewithoutlimbs yang aktif memberikan seminar motivasi bagi banyak kalangan.

Nick Vujicic, tanpa 2 lengan dan 2 kaki, masih bisa melakukan banyak hal dalam hidup ini, bagaimana dengan kita?
Kondisi fisik yang sedemikian membuat hidup Nick penuh dengan kesulitan, bagaimana tidak sekolah formal di Australia tidak menerima calon murid dengan kondisi tubuh seperti yang dimiliki Nick. Pada usia 10 tahun sempat terpikir olehnya untuk bunuh diri karena merasa frustasi seringkali hidupnya menjadi bahan olok-olok dan diremehkan serta merasa tidak bisa melakukan banyak hal sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain.

Hidupnya dihabiskan untuk banyak memberikan motivasi bagi banyak orang
Namun Akhirnya Nick memutuskan untuk menyerahkan semuanya pada Tuhan Yang Maha Kuasa, lalu diapun seakan mendapat ilham untuk lebih banyak bersyukur dengan kondisi apapun yang dia miliki sekarang. Akhirnya mulailah hidip Nick baru yang penuh optimis, hingga akhirnya Nick pun mampu menyelesaikan Sarjana Akuntansi juga aktif dalam kegiatan nirlaba untuk memberikan pencerahan pada banyak kalangan.

Nah kita coba bertanya pada kita sendiri hari ini, apakah dan seberapa banyak yang telah Tuhan berikan pada kita hingga saat ini, namun kenapa seringkali kita masih pesimis untuk menggapai kesuksesan dengan dalih keterbatasan kita, seribu satu alasan sering kita cari untuk pembenaran tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa jadi adalah awal untuk pintu keberhasilan kita dimasa depan. 

Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan motivasi. Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin. Akhirnya ruanghati hanya berpesan untuk masing masing kita lagi-lagi mengucap syukur serta tetap berpikir positif pada apapun yang telah Tuhan berikan pada kita saat ini.

>>> Lihatlah sosok Nick yang tak pernah putus asa dengan keadaannya, sekarang bagaimanakah dengan kita yang selalu mengeluh walaupun telah diberikan kesempurnaan oleh- Nya <<<
Sumber : ruanghati.com 

Anak Kecil Inilah Yang Seharusnya DiContoh

Posted by hsajax Senin, 01 November 2010 0 komentar
Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “PERBUATAN LUAR BIASA”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China. Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Zhang Da
Sejak ia berusia 10 tahun ( tahun 2001 ) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.

Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya.

Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya. Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu,ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun,maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Ketika acara penganugerahan penghargaan tersebut berlangsung, pembawa acara bertanya apa yang diinginkan Zhang Da ” Apakah uang atau lainnya. Disini ada banyak pejabat, pengusaha, juga ada ratusan juta penonton telivisi, mereka bisa membantu mu!” Namun apa yang dikatakan Zhang Da sungguh mengejutkan siapapun, ia hanya berkata, ” Aku hanya ingin Mama ku kembali!.”

Zhang Da
Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah. Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya. Ada anak yang sudah sekolah di SD masih disuapi, dan memakai bajupun masih dibantu.
Sumber : takunik.blogspot.com

Demi Keluarga, Seorang Nenek Rela Angkat 100 Galon Setiap Hari

Posted by hsajax Minggu, 31 Oktober 2010 0 komentar
Bayangkan seorang nenek yang hanya memiliki berat badan 37,5 Kilogram dengan usia yang sudah senja ini harus menjadi kuli antar air mineral galon yang memiliki berat lumayan bagi orang tua seukuran dia, namun hal itu tetap dilakukan demi membiayai hidup keluarganya, karena nenek ini menjadi tulang punggung kehidupan keluarganya.

Photobucket
Seorang nenek yang tampak mengangkat galon @_@
Kebanyakan kita hanya bisa mengeluh dan mengeluh berkeluh kesah menjalani kehidupan dan rutinitas pekerjaan yang membosankan dan serasa berat, sekarang coba tanyakan pada diri Anda lebih susah mana apa yang Anda lakukan dalam mencari nafkah ketimbang apa yang dilakukan nenek ini?

Photobucket
Semua itu dilakukan hanya demi keluarga (_ _)
Photobucket
Nenek : "Berapa lama hidupku harus seperti ini??"
 Inilah kisah nyata dari salah satu sudut kota Beijing Cina, dimana seorang nenek yang bernama Gao Meiyun yang berusia 70 tahun musti bekerja keras banting tulang sebagai kuli angkut air mineral galon kerumah-rumah demi membiayai hidup anak nya yang cacat fisik dan membayar perawatan cucunya yang cacat mental dan membutuhkan biaya perawatan.

Photobucket
hsajax : "Semangat terus ya nek ^_^"
Ada apa dengan anak sang nenek sehingga sang nenek Gao harus melakukan ini, kondisi anak yang cacat fisik tak bisa berbuat banyak untuk menjalani hidupnya, sehingga sang ibu adalah tulang punggung hidup mereka. Mereka yang tinggal di Shijingshan District Yangzhuang Middle District Beijing mesti mengenal sang nenek yang dikenal sebagai nenek sang pengantar air galon mineral.
Bayangkan galon air mineral yang beratnya 20 kg lebih harus diangkat dan diantarkan sang nenek yang hanya memiliki berat badan 37,5 kg tersebut, sehari sang nenek bisa mengangkat dan mengantar lebih dari 100 galon dari tempat tuannya bekerja ke pelanggan yang memesannya. Beratnya galon bagi sang nenek membuat badannya yang kurus menjadi semakin bungkuk, bayangkan saja sobat ruanghati.com, sejak jam 6 pagi nenek super ini sudah memulai aktifitasnya hingga jam 10 malam.

Betapa perkasanya nenek renta ini menjalani hidupnya yang berat, namun optimis dan semangat tetap ada bersamanya, tidak malukah dia
hsajax : "Rambutmu yang putih bukan halangan yang berarti bagimu...."

 Betapa perkasanya nenek renta ini menjalani hidupnya yang berat, namun optimis dan semangat tetap ada bersamanya, tidak malukah dia

Nah sobat hsajax, apa yang bisa kita ambil hikmah dari cerita ini, pertama adalah rasa syukur dengan kondisi hidup kita saat ini, masih banyak orang di luar sana yang lebih susah hidupnya dari pada kita, yang kedua adalah semangat hidup, sering kita mengeluh menjalani hidup yang memang cukup berat sekarang ini, namun seberat apapun hidup yang ada dimuka kita tetap musti kita harus tempuh oleh karenanya tetaplah optimis dan penuh semangat, Tuhan tidak pernah terlelap sekejappun untuk melihat usaha apapun yang kita lakukan dan Tuhan Maha Penyanyang sehingga pastinya pertolongan Dia senantiasa akan datang bersama orang-orang yang sabar, bukankah demikian sobat hsajax ^_^ ? Mari kita renungkan sama2 @_@.


Sumber : Ruanghati.com

Iskandar Widjaja Pebiola Hebat Indonesia

Posted by hsajax Jumat, 29 Oktober 2010 0 komentar
Iskandar Widjaja
Anak muda itu memesona seluruh penonton yang memenuhi gedung pertunjukan Titan Theater di kawasan Bintaro pada Kamis (28/10/2010). Dia bukan saja enak dipandang secara ragawi, tetapi permainan biolanya adalah sebuah percakapan yang puitis. Lihatlah, bagaimana dia tersenyum lembut ketika dawai biolanya menyusuri keindahan komposisi karya Nicola Paganini, Cantabile for Violin & Piano. Namun di waktu yang lain, dia pun bisa garang mencabik-cabik cepat dawai biolanya dengan busur (Tremolando)  dan dengan jari-jarinya (pizzicato).

 Tampaknya anak muda itu memang telah beranjak meninggalkan teknik. Dia sudah tidak ada persoalan lagi dengan kualitas nada, ritme, dinamik, artikulasi, dan timbre. Bunyi yang dihasilkan oleh gesekan biolanya sungguh prima, bersih, dan juga berdaya menyihir. Itulah yang dia pertontonkan selama tiga hari (28, 29, 30 Oktober 2010) di Jakarta.

Dialah Iskandar Widjaja, pemuda usia 24 tahun, berdarah Indonesia yang lahir dan besar di Jerman. Lahir pada 1986 dan mulai memainkan biola sejak berusia 4 tahun. Ia belajar dengan Ilan Gronich di UDK Berlin dari tahun 2005 hingga 2010. Saat ini ia menerima dukungan dari Dora Schwarzberg dan bekerja di masterclasses bersama Henning Kraggerud, Shlomo Mintz, Kristen Tetzlaff, dan Donald Weilerstein.
Berbeda dengan kebanyakan pebiola yang "hanya" mencari keindahan bunyi, Iskandar justru cenderung mengikuti kata hatinya. 

Bakatnya yang besar dan terus terasah mengantarkan Iskandar memperoleh hadiah pertama di Jugend Musiziert, Hindemith, Postacchini dan Goldener Julius Violin Kompetisi.Tak mengherankan jika kehebatannya itu segera dilirik oleh beberapa kelompok orkestra yang mengajaknya manggung bareng. Dia tercatat pernah tampil sebagai solist di beberapa kelompok orkestra, Dubrovnik Symphony Orchestra, Jakarta Symphony, Klassische Philharmonie Bonn, das Sinfonieorchester Berlin, Filmorchester Babelsberg dan Berlin Chamber solois di Norwegia, Jerman, Kroatia, Swiss, Indonesia, Spanyol, Italia, Belgia dan Amerika Serikat dan festival seperti "Bad Kissinger Musiksommer", St.Prex dan Valdres Norwegia.

Berbekal permainan biolanya itulah Iskandar pun pernah merasai bermain di tempat-tempat terpandang seperti di Berlin Philharmonic, Konzerthaus Berlin, Gedung Kesenian Jakarta, Fort Reverin, Tel Aviv Opera.
Penampilannya juga telah menerima pujian yang tinggi dari media seperti "Strad", "Dubrovacki Vesnje", dan "der Tagesspiegel".

Fenomena "Iskandar" terus menggelinding. Sebuah CD dengan rekaman langsung dari Berlin Philharmonie pun dirilis oleh Sony Music pada bulan Juni 2010 dengan karya-karya Poulenc dan Handel Halvorsen. Potret tentang Iskandar Widjaja pun pernah ditampilkan di RBB, TV Berlin dan Brainworker Film.
Iskandar Widjaja

Menerima sambutan yang hangat serta santun dari para penonton yang memadati Titan Theater, Iskandar pun teringat pengalaman ketika pertama kali bermain di hadapan publik Jakarta lima tahun lalu. Iskandar mengemukakan, betapa penonton (terutama kaum hawa) waktu itu hanya melihat ketampanan dirinya dan mengabaikan etiket galibnya pada sebuah pertunjukan musik klasik. Penonton bertepuk tangan dan berteriak tiap kali Iskandar mempertontonkan kepiawiannya bermain biola, padahal satu komposisi belum dia rampungkan.

Pun demikian saat dirinya bermain di Goethe Haus, Jakarta. Penonton, lagi-lagi para remaja putri, lebih mengagumi ketampanan Iskandar ketimbang permainan biolanya. Itulah sebabnya, Iskandar pun dibanjiri surat cinta dan bunga kertas.

Iskandar memang sosok unik. Dia muncul justru menjadi ikon musik klasik dan tidak meminjam idiom pop seperti yang dilakukan oleh Vanessa Mae. Maklumlah, sebab dia melalui hari-harinya bersama biola 1793 F. Geissenhof dari Wina dan karya-karya dari Mozart, Vivaldi, Beethoven dan Brahms.

Kesungguhan dan totalitasnya dalam bermain biola itulah yang kemudian melahirkan ekspresi indah. Sehingga tampak betul, Iskandar dan biolanya di panggung seperti sedang menceritakan lagu yang dibawakannya. Tampaknya Iskandar yakin betul bahwa musiknya adalah untuk penonton, bukan untuk dirinya sendiri.

Berbeda dengan kebanyakan violis yang "hanya" mencari keindahan bunyi, Iskandar justru cenderung mengikuti kata hatinya. "Saya mencari kemurnian emosi. Saya pikir hidup tak selalu indah dan bahagia," ungkap Iskandar saat jumpa pers di Titan Theater.

Anak muda ini tampaknya memang percaya, betapa semua yang berasal dari hati pasti akan sampai pula ke hati penonton. Dan Iskandar telah membuktikannya dengan "hadiah" guruh tepuk tangan para penonton yang bukan saja mengagumi permaiananya, melainkan juga sungguh-sungguh menikmati jiwa komposisi yang dia dendangkan bersama biolanya. Bravo!

Sumber : oase.kompas.com